Senin, 18 Juni 2012

Keputusan Leasing atau Membeli


Dari sudut pandang lessee, keputusan untuk membeli dengan dana dari hutang atauleasing suatu aktiva diambil setelah melakukan analisa sebagai berikut :

Langkah 1 : Menghitung NPV (Net Present Value) aktiva.

NPV dihitung dengan mempresent-valuekan seluruh arus kas masuk kemudian diselisihkan dengan present value arus kas keluar. Pada perhitungan NPV, kita gunakan biaya modal sebagai tingkat diskonto.
                n            
NPV   =          ( CIFt     /   (1+k)t )         COF   
               t=1         

Dimana :  CIFt    = Cash Inflow pada waktu t yang dihasilkan proyek
                 K        = Biaya Modal
                COF    = Initial Cash Outflow ( diasumsikan terjadi sekarang )
                N         = Usia Proyek

Langkah 2 : Menghitung NAL (Net Advantage to Leasing).

NAL adalah penghematan biaya yang timbulkarena kita memilih alternative leasing daripada membeli active tersebut.

               n     
NPV   =       (( Ot (1-T) – Rt (1-t) – T*Dt ) / (1 + Rb) t ( Vn (1-T) (1 + Rb) n )   +  COF
              t=1                                         

Dimana :
Ot        = Operating Cash Outflow pada waktu yang terjadi hanya jika aktiva dibeli (tidak leasing). Biasanya terdiri dari Biaya Perawatan dan Asuransi yang pada kontrak lease akan dibayarkan oleh lessor.
Rt        = Leasing payment tahunan pada waktu t.
T          = Tingkat pajak pada penghasilan perusahaan.
Dt        = Biaya depresiasi aktiva pada waktu t.
Vn       = Nilai sisa setelah pajak (Salvage Value After Tax) pada waktu n.
COF    = Harga pembelian aktiva, yang tidak dibayar lesse jika ia mengeluarkan leasing
Rb       = Biaya hutang setelah pajak.

Rb = kd ( 1-T )            kd = biaya hutang sebelum pajak.

Langkah 3 : Membuat keputusan.

Dimana :
  • Jika NPV  > 0 dan NAL > 0, maka Aktiva dapat diperoleh melalui LEASING.
  • Jika NPV  > 0, namun NAL < 0, maka Aktiva dapat diperoleh dengan cara MEMBELI.
  • Jika NPV < 0 dan NAL > 0, jangan dulu menolak aktiva tersebut sebab akan timbul :
o   NPV + NAL > 0 , maka aktiva dapat diterima tapi harus diperoleh dengan cara LEASING.
o   NPV + NAL < 0 , maka Aktiva atau Proyek harus ditolak.
  • Jika NPV < 0 dan NAL < 0, maka Aktiva atau proyek tersebut DITOLAK.


Contoh Soal :
=> Jika sebuah kendaraan yang ingin di beli oleh PT. XYZ berharga Rp 40.000.000. Kendaraan tersebut di depresiasikan 5 tahun tanpa nilai sisa dengan metode garis lurus. Perusahaan sedang mempertimbangkan pembeliannya apakah dengan membeli atau dengan leasing. Jika nilai sisa sebelum pajak pada tahun ke-5 sebesar Rp 7.000.000, kendaraan tersebut di perkiraan menghasilkan arus kas sesudah pajak Rp 3.000.000/tahun. Biaya pemeliharaan sebesar Rp 4.000.000/tahun yang di bayar oleh lessor. Jika leasing payment tahunan sebesar Rp 6.000.000/tahun (di tentukan oleh lessor) dan biaya bunga yang di bayarkan perusahaan jika meminjam dari Bank sebesar 20%. Tentukan keputusan apa yang harus di pilih oleh perusahaan bila pajak penghasilan perusahaan adalah 50% dan biaya modal perusahaan 6% ?

Jawaban :
Langkah 1 :

NPV    ( 3.000.000 / (1 + 0,06)1 )  +  ( 3.000.000(1 + 0,06)2 )  +  ( 3.000.000(1 + 0,06)3
              +  ( 3.000.000 / (1 + 0,06)4 )  +  ( 3.000.000 / (1 + 0,06)5 )  -  40.000.000
           =  2.830.188,679  +  2.669.989,32  +  2.518.857,849  +  2.376.280,99  + 
                2.241.774,519  -  40.000.000
           =  12.637.091,36  -  40.000.000
NPV   =  -27.362.908,64


Langkah 2 :

Ot (1-T)           = 4.000.000 (1-0,5)     = 2.000.000
Rt (1-t)            = 6.000.000 (1-0,5)     = 3.000.000
Dt.T                 = (40.000.000 / 5)  * 0,5  = 4.000.000
Vn                   = 7.000.000 (1-0,5)     = 3.500.000
Rb                   = 0,2 (1-0,5)              = 0,1



Tahun ke
OT (1-T)
- Rt (1-T)
- Dt * T
Jumlah
1
2.000.000
- 3.000.000
- 4.000.000
- 5.000.000
2
2.000.000
- 3.000.000
- 4.000.000
- 5.000.000
3
2.000.000
- 3.000.000
- 4.000.000
- 5.000.000
4
2.000.000
- 3.000.000
- 4.000.000
- 5.000.000


NAL   =   - 5.000.000  -  5.000.000  -  5.000.000  -  5.000.000  -  5.000.000  -  3.500.000  +  40jt
                  (1+0,1)1        (1+0,1)2        (1+0,1)3       (1+0,1)4       (1+0,1)5        (1+0,1)5 
          =  -  4.545.454,545  -  4.132.231,405  -  3.756.574,005  -  3.415.067,277  -
                 3.104.606,615  -  2.173.224,631  +  40.000.000
NAL    =  18.872.741,52

Karena NPV < 0, NAL > 0         
NPV  +  NAL = - 27.362.908,64  +  18.872.841,52
 = - 8.490.067,12

Kesimpulan :
Karena NPV < 0 dan NAL > 0 dengan NPV + NAL < 0, maka keputusan untuk membeli kendaraan ditolak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer