Minggu, 15 Mei 2011

Sembunyi dalam Takut

Sembunyi dalam Takut
Rebecca Woolf

Aku sering tersenyum padamu,
Senyum yang tersimpan dalam hati
Karena takut memperlihatkan
Semua yang harus kusembunyikan.

       Masa lalu yang diruntuhkan
       Oleh gelombang yang melanda diriku.
       Masa lalu yang gelap dan ragu,
       Tak tahu kapan harus menangis.

Malam ketika kumemandangmu
Dan melihat diriku dalam matamu.
Malam ketika aku menimang kebenaran
Melupakan semua kebohongan.

        Di balik segenap kepura-puraan,
        Kusembunyikan senyumku.
        Kebenaran yang kusembunyikan darimu
        Tersimpan rapat dalam hatiku.

Aku menyesali kebohonganku,
Aku menyesali kelemahan diriku,
Aku menyesali kasihku padamu,
Dengan kata-kata yang tak terucapkan.

        Aku siap memulai kembali,
        Berteman denganmu
        Mulai lagi dengan kesegaran yang baru
        Untuk jujur dan terbuka padamu.

Beri aku waktu untuk mempercayaimu
Cobalah kau mengerti
Lelahku karena sembunyi darimu
Karena luka hati tak cepat pulih.

Sabtu, 14 Mei 2011

Modernisasi Pertanian


Pada dasarnya sebagian besar dari Negara yang sedang berkembang adalah menggunakan teknologi di bidang pertanian dan inovasi – inovasi dalam kegiatan – kegiatan pertanian merupakan prasyarat bagi upaya – upaya dalam peningkatan output dan produktivitas dari Negara tersebut.
Ada tiga tahap perkembangan modernisasi pertanian yaitu, 1. Tahap pertanian tradisonal yang produktivitasnya rendah, 2. Tahap pertanian tradisional menuju pertanian moderen, 3. Tahap pertanian moderen.

1. Tahap Pertanian Tradisional (Subsisten)
Dalam pertanian tradisional, produksi pertanian dan konsumsi sama banyaknya dan hanya satu atau dua macam tanaman saja (biasanya jagung atau padi) yang merupakan sumber pokok bahan makanan. Produksi dan produktivitas rendah karena hanya menggunakan peralatan yang sangat sederhana (teknologi yang dipakai rendah). Penanaman atau penggunaan modal hanya sedikit sekali, sedangkan tanah dan tenaga kerja manusia merupakan faktor produksi yang dominan.
Pada tahap ini hukum penurunan hasil (law of diminshing return) berlaku karena terlampau banyak tenaga kerja yang pindah bekerja di lahan pertanian yang sempit. Kegagalan panen karena hujan dan banjir, atau kurang suburnya tanah, tindakan pemerasan oleh para rentenir merupakan hal yang sangat ditakuti para petani.
Pertanian tradisional bersifat tak menentu, keadaan ini bisa dibuktikan dengan kenyataan bahwa manusia seolah-olah hidup diatas tonggak. Pada daerah-daerah yang lahan pertanianya sangat sempit dan penanaman hanya tergantung pada curah hujan yang tak dapat dipastikan, produk rata-rata akan menjadi sangat rendah dan dalam keadaan tahun-tahun yang buruk, para petani dan keluarganya akan meghadapi bahaya kelparan yang sangat mencekam.


2. Tahap Pertanian Tradisional Menuju Pertanian Moderen
Mungkin merupakan suatu tindakan yang tidak realistik jika mentransformasikan secara cepat suatu sistem peranian tradisional ke dalam sistem pertanian yang moderen. Upaya untuk mengenalkan tanaman perdagangan dalam pertanian tradisional seringkali gagal dalam membantu petani untuk meningkatkan tingkat kehidupanya. Menggantungkan diri pada tanaman perdagangan bagi para petani kecil lebih mengundang resiko daripada pertanian subsisten murni karena risiko fluktuasi harga menambah keadaan menjadi lebih tidak menentu.
Oleh karena itu penganekaragaman pertanian( diversified farming) merupakan suatu langkah pertama yang cukup logis dalam masa transisi dari pertanian tradisional (subsiten) ke pertanian moderen (komersial). Pada tahap ini, tanaman-tanaman pokok tidak lagi mendominasi produk pertanian, karena tanaman-tanaman perdagangan yang baru seperti; buah-buahan, kopi, teh dan lain-lain sudah mulai dijalankan bersama dengan usaha pertenakan yang sederhana.
Kegiatan-kegiatan baru tersebut meningkatkan produktivitas pertanian yang sebelumnya sering terjadi pengangguran tak kentara. Usaha-usaha ini terutama sekali sangat diperlukan di sebagian besar negara-negara Dunia Ketiga, dimana angkatan kerja di pedesaan berlimpah agar bisa dimanfaantkan lebih baik dan efisien.
Sebagai contoh, andaikan tanaman pokok menggunakan tanah hanya sebagian waktu dalam setahun, maka tanaman-tanaman perdagangan bisa ditanam pada waktu-waktu yang senggang dan bukan hanya tanah yang menganggur tetapi juga memanfaatkan tenaga kerja yang ada dalam keluarga.
Keberhasilan atau kegagalan usaha-usaha atau mentransformasikan pertanian tradisional tidak hanya tergantung pada ketrampilan dan kemampuan para petani dalam meningkatkan produktivitasnya, tetapi juga tergantung pada kondisi-kondisi sosial, komersial dan kelembagaan.
3. Tahap Pertanian Moderen
Pertanian moderen atau dikenal juga dengan istilah pertanian spesialisasi menggambarkan tingkat pertanian yang paling maju. Keadaan demikian bisa kita lihat di negara-negara industri yang sudah maju. Pertanian spesialisasi ini berkembang sebagai respons terhadap dan sejalan dengan pembangunan yang menyeluruh di bidang-bidang lain dalam ekonomi nasional. Kenaikan standar hidup, kemajuan biologis dan teknologis serta perluasan pasar-pasar nasional dan internasional merupakan motor yang penting bagi pembangunan ekonomi nasional.
Dalam pertanian moderen (spesialisasi), pengadaan pangan untuk kebutuhan sendiri dan jumlah surplus yang bisa dijual, bukan lagi tujuan pokok. Keuntungan komersial murni merupakan ukuran keberhasilan dan hasil maksimum perhektar dari hasil upaya manusia (irigasi, pupuk, pestisda, bibit unggul dan lain-lain) dan sumber daya alam merupakan tujuan kegiatan pertanian. Dengan kata lain seluruh produksi diarahakan untuk keperluan pasar. Kopnsep-konsep teori ekonomi seperti biaya tetap dan biaya variabel, tabungan, invesatasi dan jumlah keuntungan, kombinasi faktor-fakor yang optimal, kemungkinan-kemungkinan produksi yang optimum, harga-harga pasar, semuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Pertanian moderen (spesialisasi) bias berbeda-beda dalam ukuran dan fungsinya. Mulai dari jenis pertanian buah-buahan dan sayur-sayuran yang ditanam secara intensif, sampai kepada pertanian gandum dan jagung yang sangat besar seperti dai Amerika Utara. Hampir semuanya menggunakan peralatan mekanis yang sangat hemat tenaga kerja, mulai dari jenis tarktor yang paling besar dan mesin-mesin panen yang moderen. Keadaan atau gambaran umum dari semua pertanian moderen dalah titik beratnya pada salah satu jenis tanaman tertentu, menggunakan intensifikasi modal dan pada umumnya berproduksi dengan teknologi yang hemat tenaga kerja memperhatiak skala ekonomis (economic of scale) yaitu denga cara meminumkan biaya untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Untuk mencapai semua tujuan, pertanian moderen praktis tidak berbeda dalam konsep atau operasinya denga perusahan industri yang besar. Sistem pertanian moderen yang demikian itu sekarang dikenal denga agri-bisnis.
Kita telah mengetahui bahwa dalam hampir bagi semua masayrakat tradisional, pertanian bukanlah hanya sekedar kegiatan ekonomi saja, tetapi suda merupakan bagian dari cara hidup mereka. Setiap pemerintah yang berusaha menstranformasi pertanian tradisional haruslah menyadari bahwa pemahaman akan perubahan-perubahan yang mempengaruhi seluruh sosial, politik dan kelembagaan masyarakat pedesaan adalah penting. Tanpa adanya perubahan-perubahan seperti itu, modernisasi pertanian tidak akan pernah bisa berhasil seperti yang diharapkan.

Selasa, 10 Mei 2011

Laboratorium Internet Dasar

LAB INTERNET DASAR

Universitas Gunadarma merupakan sebuah Universitas yang mengutamakan Teknik Informatika dalam perkuliahannya. Lab Internet Dasar merupakan salah satu dari fasilitas yang ada di Unversitas Gunadarma yang ditujukan kepada mahasiswa di setiap fakultas dan jurusanya.

Lab Internet Dasar terletak di salah satu kampus yang berada di Margonda Raya Depok, yaitu kampus D gedung 3 lantai 2. Lab ini diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat 1 untuk menunjang kemampuan di bidang IT terutama mengenai pengetahuan internet secara mendetail.

Lab Internet Dasar adalah sebuah laboratorium yang ditujukan kepada mahasiswa untuk membahas internet secara mendalam atau mempelajari secara detail apa saja yang berhubungan dengan internet dan mendapatkan informasi secara efisien dan efektif. Pengajar dari lab internet dasar ini yaitu mahasiswa yang sudah paham dan mengerti betul mengenai teknik informatika yang masih aktif di perkuliahan minimal di tingkat 3 atau semester 5. Sistem pembelajaran yang ada di Lab internet dasar ini yaitu mahasiswa diwajibkan mempelajari modul yang sudah di download dari blog Lab internet dasar sebelum pertemuan dimulai. Pertemuan dilakukan sekali dalam seminggu yaitu setiap hari rabu dan sebelum materi dibahas, pengajar terlebih dahulu memberikan soal kepada mahasiswa yang disebut dengan Laporan Pendahuluan atau LP, dalam mengerjakan LP pengajar memberikan waktu ± 15 menit kepada mahasiswa untuk mengerjakan soal dan diberikan kebebasan untuk mencari jawaban dari sumber apa saja selain dari MODUL. Setelah materi di bahas, pengajar kembali memberikan soal kepada mahasiswa yang berhubungan dengan materi atau diskusi yang terjadi selama pembahasan  materi dan jawaban dari soal tersebut di kumpulkan di pertemuan berikutnya yang dinamakan dengan Laporan Akhir atau LA.

Pertemuan Lab Internet Dasar ini, hanya ada 3 kali pertemuan yang diantaranya terdiri dari 2 kali pertemuan untuk membahas materi modul dan 1 kali pertemuan digunakan untuk ujian. Materi yang terdapat di dalam MODUL, meliputi Bab Pengenalan Internet yang terdiri dari ( pengertian Internet, sejarah internet, identitas di internet, koneksi ke internet, ISP, Server Internet, layanan aplikasi di Internet, dan istilah Internet ), Bab mencari informasi di Internet yang meliputi WWW, URL, Web Browser, Search Engine, Portal. Bab Blog, bab ini menjelaskan penegertian dari blog, sejarah bagaimana blog di buat, menjelaskan kelebihan dan kekurangan blog.

Semua materi di bahas secara perlahan sampai mahasiswa mengerti dan mampu untuk menerapkan pada saat menggunakan internet, di dalam setiap pertemuan mahasiswa di uji pengetahuannya dan keberaniannya untuk menjawab soal dari pengajar dengan menjelaskan kepada pengajar dan sesama mahasiswa dengan cara mempresentasikan di hadapan semua orang yang ada di dalam ruangan Lab Internet Dasar. Bonus yang di berikan pengajar kepada mahasiswa yang mampu menjawab soal tersebut maka mahasiswa berhak mendapatkan nilai Max +  atau Max.

Di setiap pertemuan sering terjadi diskusi atau perdebatan antara pengajar dengan mahasiswa yang berhubungan dengan materi ataupun tidak berhubungan dengan materi, hanya berdasarkan pengalaman yang ditemui selama menggunakan Internet. 

 Kesan dan Pesan:
Yang saya sayangkan dari lab internet dasar adalah kurangnya fasilitas internet dan komputer yang kurang memadai jumlahnya. dan juga komputer itu seperti tidak layak pakai. karena pada saat saya memasuki lab internet dasar saya menemukan komputer yang menyala tetapi mousenya tidak ada bola sebagai penunjuk arah dan juga keyboard yang tidak ada, sangat disayangkan,  Padahal dengan tutor yang berkompeten yang bisa mengendalikan kesalahan teknis di lab internet dasar. Tetapi alat yang dipakai didalam ruangan tdak memadai. Padahal ruangannya sudah cukup nyaman dan layak dikatakan sebagai lab yang layak huni atau layak dipakai
Tetapi kekurangan itu tertutupi karena penjelasan yang diberikan oleh tutor saya, browsing internet dari hp saya yang sudah bisa digunakan untuk browsing internet. Tapi kalo difikir lagi kekurangan lab tersebut tidak usah mebuat kita menjadi kecewa atau bosan. Justru dengan kekurangan tersebut kita harus termotivasi untuk bisa mencari menggunakan alat yang ada di sekitar kita seperti HP agar kita bisa gunakan fungsinya dan juga kita harus belajar berkorban karena browsing dengan HP kita pasti mangalami kekurangan pulsa.
Tetapi seharusnya kita tidak usah memikirkan hal tersebut karena semua itu tidak berarti dengan ilmu yang kita dapat saat ini. Karena dengan adanya LABINTDAS (Laboratorium Internet Dasar) kita bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat, apalagi ini ilmu yang sangat berguna dimasa ini dan selanjutnya. Karena sekarang era globalisasi kita harus bisa menggunakan semua system yang ada saat ini termasuk Internet. Karena apabila kita tidak bisa menggunakan Internet kita bisa saja di cap orag yang gaptek atau gagap teknologi. Oleh karena itu kita harus bersyukur Karena kita masi bisa diberikan kesempatan untuk belajar hal ini di lab ini walaupun banyak kekurangan.

Sabtu, 07 Mei 2011

Revolusi Sektor Jasa

Revolusi Sektor Jasa di Indonesia kemajuannnya sangatlah pesat, hal ini ditandai dengan kontribusi sektor jasa terhadap Produk Nasional Bruto Indonesia dari tahun ke tahun yang terus meningkat. Pertumbuhan di berbagai bentuk dalam sektor jasa akan terus dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor ekonomi yang lain.

Kebutuhan akan penyebaran dan ketersediaan hasil produksi barang di berbagai wilayah sangat membutuhkan jasa, bidang jasa pengiriman barang terus berkembang seiring dengan kebutuhan akan distribusi. Perkembangan perusahaan jasa pengiriman barang terutama di kota-kota besar cukup tinggi. Perkembangan perusahaan jasa pengiriman barang tertinggi adalah di Jakarta, sedangkan Surabaya menduduki peringkat kedua. Di kota Surabaya cukup banyak badan usaha yang bergerak di bidang perusahaan jasa pengiriman barang, di antaranya PT.NCS Cargo. Kontribusi sektor jasa terhadap perekonomian dunia cukup mendominasi yaitu sekitar dua pertiganya.

Di Eropa sektor ini menyumbangkan 60% dari produk domestik bruto (PDB), sementara di Indonesia hampir mencapai 30%. Prof.Dr.Tulus Haryono,S.E.,M.Ek, mengatakan hal itu pada pidato ilmiahnya berjudul "Telaah persepsi kualitas pelayanan jasa serta penerapannya di sektor publik dalam memasuki era reformasi" ketika dikukuhkan menjadi Guru Besar Ilmu Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), di Solo. Ia mengatakan, perkembangan sektor jasa yang pesat itu menggoda investor untuk ikut menanamkan modalnya pada bidang ini, namun pada sisi lain semakin banyaknya investasi persaingan menjadi lebih tajam. Persaingan yang tajam tidak saja terjadi pada industri jasa yang berorientasi laba seperti perbankan, perhotelan, asuransi, penerbangan, retail, telekomunikasi, dan pariwisata, tetapi juga pada industri jasa nirlaba seperti rumah sakit, lembaga pemerintahan serta perguruan tinggi. Pada dekade lalu memberikan kepuasan pelanggan berorientasi kualitas produk yang dihasilkan perusahaan, namun di era globalisasi sudah bergeser kekualitas layanan yang harus diberikan kepada pelanggan agar mereka puas.

Pembangunan Daerah

Sebagai mana halnya dengan pengertian pembangunan pada umumnya, pembangunan daerah juga merupakan persoalan yang multi-dimensi. Banyak aspek yang terkait, banyak pihak yang terlibat, dan karena itu banyak kepentingan, kekuasaan dan kecenderungan dari masing-masing pihak yang berpengaruh dan mesti dipertimbangkan dalam pembahasan pembangunan daerah.

Pembangunan daerah membutuhkan tenaga-tenaga manajemen tingkat menengah yang dapat diandalkan. Mereka adalah perencana dan pengambil keputusan di bidang pembangunan daerah, yang mampu berfikir dan bertindak strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pengaruh globalisasi serta mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Mereka juga harus mampu menumbuhkan dan menggerakkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan program-program pembangunan di daerahnya.

Dengan diberlakukannya undang-undang nomor 22 dan 25 tahun 1999, maka Indonesia memasuki era Desentralisasi dan Otonomi Daerah dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah (Kabupaten dan Kota). Konsekuensinya, setiap daerah harus merumuskan, merencanakan dan melaksanakan pembangunan daerahnya secara mandiri dalam ruang lingkup Pembangunan daerahnya secara mandiri dalam ruang lingkup Pembangunan Nasional Indonesia. Dengan demikian, otonomi daerah memberikan peluang kepada setiap pemerintah daerah untuk dapat menyusun program pembangunan sesuai dengan karakteristik atau kebutuhan daerahnya.

Entri Populer